Contoh Cerpen Singkat- Pada postingan kali ini saya akan
memberikan contoh cerpen singkat tentang kesedihan karena pahitnya sebuah
kenangan masa lalu yang pernah saya alami. Cerpen kali ini bertemakan Fiksi
tentang kehidupan.
Perlu diketahui, cerpen adalah sebuah kata singkatan dari
kata cerita pendek, yang terdiri dari sebuah alur cerita yang membentuk sebuah karya
luar biasa dari hasil cerpen yang telah di tulis.
![]() |
| Contoh Cerpen Singkat |
Contoh Cerpen Singkat Fiksi Kehidupan
Writed by : deden lesmana.
Ketika rembulan menyinari malam yang penuh kegelapan, di
bawah rerumputan yang menemaniku bersama sebuah gitar klasik miliku ini. Ku
iringi dengan alunan nada dari petikan gitar yang membawa kesedihan dan
menjadikan malam ini nampak kelam karena sebuah pahitnya kenangan.
Ya! Yaitu kenangan yang tak pernah kulupakan seumur hidup
karena sebuah kesakitan hati yang aku alami.
Hanya nada yang bisa ku ungkapkan dari hati yang selalu
meronta-ronta karena tak bisa ku lampiaskan semua amarah yang ada pada diri
ini.
Aku tidak tahu harus dengan cara apa aku
mengungkapkannya"
Dengan cara apa aku melampiaskannya"
Yang aku tahu hanyalah sebuah lirik lagu yang bisa
melampiaskan dari rasa pedih dalam diriku ini.
Lirik demi lirik aku tuliskan, nada demi nada aku ungkapkan,
namun serasa tiada guna ku lakukan seperti ini.
Karena hanyalah membawaku larut kedalam ke galauan.
Cinta memang penuh misteri,
yang tak bisa ku tebak, hanya penyesalanlah yang ku dapat
pada akhirnya.
Bagiku
Cinta hanya membawa luka'
Luka yang selama ini baru ku rasakan, rasa pedih yang amat
mendalam.
Apakah arti cinta sesungguhnya?
Apa artinya cinta bila indah pada awalnya namun sakit pada
akhirnya.
Adakah sebuah kisah baru yang bisa mengobati luka di hati
ini? Adakah coretan kisah yang bisa mengisi ruang kosong pada diri ini?
Oh cinta"
Akan kah kau hadir kembali?
Membalut luka lara di hati ini?
*******
Lagu demi lagu telah kunyanyikan, kini saatnya ku pergi
mengucapkan salam terimakasih kepada rerumputan yang telah menemaniku tadi.
Dan aku mulai beranjak pulang.
************
Sesampainya di rumah, ada sesuatu yang membuatku terkejut
dan terpatri di tempat yang saat ini ku pijak.
Suara merdu memanggilku dari arah belakang, yang membuatku
merasa berat untuk menoleh kebelakang.
Suara yang selama ini selalu menyejukan hati, dan yang
selalu terdengar saat ku merasa sunyi. Dialah suara yang selalu menemani setiap
langkahku.
***
Perlahan ku tolehkan wajahku kebelakang.
Irha, dialah orang yang selama ini aku rindukan, ialah yang
membuat rasa perih di hati ini, karena kepergiannya dahulu.
Kemudian di saat itu, awan gelap yang ada dalam hatiku kini
telah pergi, terganti oleh sebuah pelangi menghiasi diri ini.
Oh irha, itukah engkau? Benarkah dirimu yang saat ini berada
di hadapanku? Sungguh sulit untuku percaya bahwa saat ini kau telah hadiri
disini.
Kemudian ku dekati dan ku sentuh wajah manisnya, kulihat
senyuman indahnya, dan ku peluk dirinya hingga diriku meneteskan air mata
kerinduan yang selama ini terpendam.
Oh irha, ternyata ini benar engkau.
Seorang pujaan hati yang selama ini menghilang dan
meninggalkan bekas luka di hati.
*Dhen" kamu tidak usah khawatir, karena aku selalu ada
di dekatmu, aku selalu mengikutimu selama ini, namun engkaulah yang tak
menyadarinya bahwa ku selalu ada di dekatmu.
Kau tak usah risau, hilangkanlah rasa lara yang ada pada
dirimu itu.
Karena yakinlah, bahwa aku ada di dekatmu. Karena kaulah
cinta terakhirku.
Ambilah surat yang ku tinggalkan di bawah kasur kamarmu!.
Itulah yang irha ucapkan saat itu, dan kemudian dia beranjak
pergi, aku mencoba menahannya, namun sekejap mata dia hilang di hadapanku.
Rasa pedih yang bersarang di hati ini kembali bangkit,
goresan luka yang baru saja terobati kini telah robek kembali.
Aaaarghhhttttt...
Aku luapkan semuanya dengan sebuah teriakan yang sangat
keras.
Sampai pada akhirnya, aku tersungkuk kebawah, dan mengingat
kata kata terakhir yang dia ucapkan, yaitu dia menyuruhku untuk mengambil
sebuah surat di kamarku.
Kemudian aku segera beranjak menuju kamarku.
Dan ternyata benar" ada sebuah surat di bawah kasur
ranjangku. Surat itu berisi.
*dear my lovely ( dhenz )
makasih kamu udah mau jadi pendamping aku selama ini, terimakasih juga udah mau jadi malaikatku :- )
Andaikan kamu tau aku punya penyakittt sepertu ini, aku takut kamu khawatir makanya aku ngerahasiain ini semua…maaf ya?
Kamu lelaki yang paling baik yang pernah aku temuin,
andaikan aku sudah tidak ada di dunia ini, kamu jangan sedih ya!
masih banyak wanita yang jauh lebih baik daripada aku.........
Aku yakin engkau bisa mendapat pengganti yang sempurna kok.
Dhenz,,,,
walau dunia kita udah beda, aku berjanji akan tetap ada di hatimu
aku akan slalu disampingmu,..
aku akan jaga dirimu..
Maafkan aku bila slama ini aku menyusahkan kamu...
Selamat tinggal sayang :- )
Salam"
Irha ( permatamu selama ini )
Setelah ku baca surat itu, inginku menyusulnya ke alam sana,
dan ingin ku bisa bersama dia kembali. Karena dia adalah permataku sampai akhir
khayat ini.
Tetapi, saat ini aku tersadar" bahwa sesungguhnya
tidaklah guna terus menerus larut dalam kegalauan, tiada guna menyesali sesuatu
yang telah terjadi.
Dan dari kejadian ini, aku bangkit dari keterpurukan"
aku mencoba membuka hatiku ini kedalam suasana baru, suasana yang bisa ku
lakukan untuk melangkah kan kaki ku meniti masa depan.
Aku coba ambil hikmahnya, dari kejadian ini ku tuangkan
lewat sebuah lirik lagu yang bisa kunyanikan, dan sebuah karya tulis yang ku
siratkan di blog ini.
Tetapi sampai sekarang aku yakin, bahwa irha masih
hidup" sampai saat ini bahkan sampai nanti ku mati pun dia tetap hidup.
Karena namanya masih ada di sini
PERMATAKU YANG HILANG
By deden lesmana
NB: sebagian kisah ini adalah pengalaman saya pribadi, namun
di kemas dengan campuran fiktif belaka.


EmoticonEmoticon